Showing posts with label Makanan. Show all posts
Showing posts with label Makanan. Show all posts

Sunday, February 1, 2015

Oreo Goreng Berpadu Es Krim, Hmm...

Shirokuma Oreo Goreng

Shirokuma adalah salah satu kedai yang menyajikan dessert Jepang di Jakarta yang tengah mewabah. Jadi tidak heran kalau menu-menu mereka memiliki rasa dan kesan yang dalam. Penasaran? Langsung saja kunjung kedai Shirokuma!

Kedai yang berlogo beruang putih yang lucu ini terletak di kawasan Pantai Indah kapuk, Ruko Crown Gol Blok A Nomor 32. Shirokuma buka dari jam 12 siang hingga tengah malam setiap harinya, mereka memiliki bentuk kafe yang unik sehingga Anda tidak mungkin melewatinya.

Shirokuma memiliki banyak menu-menu menarik dari es krim hingga Japadog, hot dog ala Jepang. Namun yang menjadi menu kebanggan Shirokuma dan juga favorit pelanggan adalah Snow Afrogato.


Shirokuma Snow Afrogato

Menu ini adalah es krim yang dipadukan dengan gulali dan minuman. Ada tiga macam Snow Afrogato yaitu matcha, espresso, dan hot chocolate. Jika Anda memilih matcha, maka es krimnya adalah es krim green tea atau teh hijau, begitu juga dengan minumannya. Paduan rasa yang harmonis ini membuat Anda tidak bisa berhenti makan.

Jika Anda ingin mencicipi makanan yang teralu manis, bisa pilih Oreo Goreng milik Shirokuma. Sesuai namanya, menu ini memang hanya biskuit Oreo yang digoreng dan disajikan dengan es krim vanila. Tetapi para tamu juga bisa memilih untuk tidak memakai es krim dan Shirokuma akan memberikan Oreo yang lebih banyak. Ada banyak menu lezat lainnya di Shirokuma sehingga bisa menjadi alasan untuk terus berkunjung.

Tuesday, January 27, 2015

Santapan Steak ala Australia


Sebuah masakan yang lezat adalah masakan yang dimasak dengan cara terbaik. Hal itu akan berpengaruh kepada setiap gigitan rasa dan aroma dari makanan tersebut. Itulah yang dilakukan oleh. Outback Steakhouse. Baru-baru ini, Outback Steakhouse membuka cabang keempatnya di Lippo Mall Puri Indah, Jakarta Barat.

Dengan seasoning yang berbeda, Anda bisa merasakan masakan steak ala Australia di Outback Steakhouse. Cabang dari steakhouse dari Australia ini akan memberikan kenikmatan berbeda kepada penikmat steak yang ingin merasakan masakan khas Australia, khususnya steak.

Dengan menu andalan Outback Special, daging yang dipakai adalah daging sapi impor dari Amerika Serikat. Daging yang lengas berpadu dengan sentuhan bumbu dan resep Australia.

Menu lainnya dengan rasa ala Australia di antaranya BBQ Beef Ribs, yaitu daging iga bakar yang empuk dan lezat ini diolesi dengan saus barbeque dan dihidangkan dengan kentang goreng. Coba juga Seasond and Seared Prime Rib, tulang rusuk iga bumbu yang dibakar lembut ini dihidangkan dengan cara tradisional au jus, saus menggunakan sari pati dari daging itu sendiri.

Selain menu daging sapi, ada pula menu ayam. Seperti Chicken on the Barbie, daging ayam bagian dada dipanggang dengan tambahan sayuran segar, sembari diolesi dengan saus barbeque.

Tidak hanya steak, namun di Outback Steakhouse juga disediakan makanan pembuka dan penutup serta minuman dan makanan lain seperti seafood, salads, dan banyak lagi khas Australia.

Bukan daging sapi dan ayam saja, melainkan Anda juga bisa menikmati makanan seafood, salads, aneka hidangan pembuka dan pencuci mulut,hingga minuman dengan sentuhan ala Australia. Sentuhan restoran ini sendiri penuh dengan lapisan kayu namun modern membuat suasana terkesan hangat. Restoran ini buka dari pukul 12.00 hingga 22.00.

Sunday, January 25, 2015

Hangatnya Minuman Tradisional Penghalau Dingin

Wedang Ronde

Di musim hujan seperti ini paling enak menikmati aneka minuman panas tradisional. Pilihannya beragam dan jika ingin mencicipi beragam jenis minuman tradisional di satu tempat, bisa mencoba di The Harmony Restaurant yang berada di Hotel Santika Premiere Jakarta.

Di restoran ini, setiap harinya para tamu bisa menikmati prasmanan makan siang atau malam disertai dengan aneka pilihan minuman tradisional. Untuk minuman panas, bisa menikmati “Wedang Jahe” yang merupakan minuman khas Jawa terbuat dari racikan air jahe, serai, daun pandan dan gula.

Selain itu terdapat juga minuman khas Jawa Barat “Bandrek” yang terbuat dari air jahe, kayu manis, cengkeh, daun pandan dan gula. Kedua minuman yang disajikan hangat ini sangat cocok dinikmati pada cuaca dingin.

Anda bisa melakukan pemesanan khusus untuk aneka minuman traditional seperti minuman khas Jawa Barat “Bajigur” yang terbuat dari air jahe, daun pandan, dan santan. Serta minuman hangat khas Jawa yaitu "Wedang Ronde" yang merupakan paduan dari wedang jahe dengan ronde. Ronde terbuat dari adonan tepung ketan yang dibentuk seperti bola dengan kacang di dalamnya.

Jika Anda menginginkan minuman dengan cita rasa rempah yang kuat, minuman khas Betawi “Bir Pletok” bisa menjadi pilihan. Minuman ini terbuat dari kapulaga, cengkeh, jahe, kayu manis, daun pandan, lada hitam, pala, dan kayu secang.

Jika Anda ingin tetap menikmati minuman dingin menyegarkan, bisa mencoba “Es Cendol” yang terdiri dari cendol hijau dengan campuran santan dan gula merah. Ada pula “Es Campur” segar yang terdari dari es, buah melon, kolang-kaling, cincau, tapai singkong, susu kental manis, dan sirup merah. Penggemar jamu, jangan lewatkan juga kesempatan untuk dapat menikmati “Jamu Beras Kencur” dan “Jamu Kunyit Asam” yang menyehatkan.

Saturday, January 24, 2015

Pisang Goreng Cakar, Camilan Maknyus Dari Banda Aceh


Belum lengkap rasanya kalau traveling ke suatu tempat tapi tidak mencicipi aneka kulinernya. Bagi kamu berakhir pekan ke Banda Aceh, wajib coba yang namanya pisang goreng cakar. Rasanya bikin ketagihan, maknyus!

Satu lagi kuliner yang wajib dicoba di Banda Aceh adalah Pisang Cakar. Pisang goreng yang berbentuk mirip cakar ayam ini rasanya cukup maknyus. Cara kreatif mengolah pisang yang berbeda dari biasanya. Cocok sebagai camilan sore kamu.

Aktifitas berburu kuliner lezat di Aceh seperti tiada habisnya. Salah satunya yang terdapat di kawasan Keutapang, Banda Aceh. Nama kulinernya yaitu Pisang Cakar.

Kuliner ini berupa gorengan pisang yang beda dari biasanya. Bedanya jika gorengan pisang hanya di iris di bentuk satu sampai tiga irisan , pisang cakar ini di iris lebih kecil dan di goreng hingga berbentuk seperti cakar ayam.

Lokasi kuliner ini tak jauh dari Simpang Keutapang. Penjualnya berupa warung kecil di depan rumah pemiliknya. Di warung tersebut juga menyediakan berbagai kuliner lainnya seperti tahu, ubi, bakwan, dan sebagainya.

Aneka gorengan yang cocok buat cemilan di sore hari sembari minum teh dan kopi hangat. Pisang cakar sangat cocok sebagai teman mengobrol bersama teman ataupun keluarga di rumah.

Menurut saya, walaupun kuliner berbentuk gorengan itu banyak di Indonesia, namun cita rasanya beda-beda, ada yang khas, dari cara penyajian dan juga pelayanannya. Salah satunya ya Pisang Cakar ini. Ide kreatif pedagangnya membuat pisang goreng Cakar menjadi menarik, sehingga banyak peminatnya. Patut untuk kamu coba!

Sambut Valentine, Cimory Punya Cokelat Spesial Untuk Wisatawan

Matcha Chocolate Bar (Cimory)

Cimory jadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan yang menghabiskan liburan di kawasan Puncak, Jabar. Dalam rangka menyambut Hari Kasih Sayang atau Valentine pada 14

Februari mendatang, Cimory punya cokelat spesial. Apa itu?

Dari rilis yang diterima detikTravel, Sabtu (24/1/2015) cokelat tersebut bernama Matcha Chocolate Bar yakni perpaduan dari cokelat dan teh hijau. Cokelatnya yang mengandung

cacao butter dipadu ekstrak teh hijau yang diimpor dari Jepang. Nyam!

Berdasarkan rangkaian riset internasional, coklat dan teh hijau memiliki beragam manfaat kesehatan bagi tubuh manusia. Matcha Chocolate Bar diyakini tinggi akan antioksidan,

karena tidak menggunakan pewarna atau perasa tambahan untuk rasa teh hijaunya yang lembut.

"Kami memberikan alternatif dari tradisi pemberian coklat tradisional di hari Valentine menjadi coklat yang lebih trendi dan masa kini," kata Direktur Chocomory Axel Sutian

yang mengaku cokelat tersebut memang disiapkan berbarengan dengan momen Valentine.

Selain itu, Matcha Chocolate Bar pun akan menjadi oleh-oleh yang baru dari Cimory. Bahkan Axel sesumbar, kalau produk-produk Cimory sudah jadi oleh-oleh khas Puncak.

"Kami telah dipercaya oleh wisatawan asing dan lokal untuk menjadi tujuan utama wisata kuliner untuk dikunjungi ketika sedang berlibur ke daerah Puncak. Dan kini mulai dikenal

sebagai oleh-oleh khas Puncak," paparnya.

Wisatawan bisa datang sendiri ke Cimory di alamat Jl Raya Puncak No 435 Km.77, Cisarua. Cokelat spesial ini, katanya bisa buat lidah 'meleleh'...

Monday, January 19, 2015

Nasi Jinggo Bali, Sederhana dan Murah Meriah...

Nasi Jinggo di Bali dulunya dikenal sebagai nasinya para sopir, buruh bangunan, buruh 'suwun' (tukang panggul). Ketika pertama kali muncul, harga nasi jinggo hanya Rp 1.000 per bungkus.

Nasi Jinggo sudah menjadi ciri khas nasi rakyat yang fenomenal. Kenyataannnya, nasi jinggo hingga kini memiliki kesan nasi rakyat, nasi sederhana, murah dan meriah. Seperti yang diungkapkan penjual nasi jinggo asal Denpasar, Bali, Nengah Surati (54).

“Kalau zaman dulu sih yang namanya nasi jinggo itu nasinya para sopir, buruh bangunan, buruh 'suwun' (tukang panggul). Harganya murah, pertama kali 'tiang' (saya) jualan nasi jinggo hanya seribu rupiah per bungkus, dulu sekali, lupa tahunnya,” kata Nengah Surati, di Denpasar, Sabtu (17/1/2015).

Surati menjelaskan bahwa nasi jinggo setiap harinya bisa dijual di sepanjang jalan, warung lesehan ataupun angkringan. Harganya juga beragam, antara Rp 3.000 hingga Rp 5.000 tergantung lauk pauknya. Tapi jika nasi jinggo akan disuguhkan dalam acara arisan, kawinan, potong gigi atau acara apa pun di Bali, harga disesuaikan permintaan pembeli dengan porsi yang layak dan harganya bisa mencapai Rp 10.000.

“Kalau yang dijual di jalan-jalan rata-rata harganya Rp 3.000. Tapi kalau ada pesanan dengan isinya yang banyak, ya harganya berbeda. Biasanya 'tiang' (saya) kasih harga Rp 10.000 dengan lauknya yang lebih banyak, biasanya ada tambahan sate lilit,” tambahnya.

Yang menjadi ciri khas nasi jinggo adalah nasi bungkus daun pisang dengan isi nasi yang pulen, sedikit daging ayam, sambal goreng tempe dan sambal yang super pedas.

Tapi jika nasi jinggo pesanan dengan harga lebih mahal, bisa ditambah telor asin, sate lilit atau sate daging ayam, kacang goreng dan sayur tumis. Berapa pun harganya, yang namanya nasi jinggo hanya ada di Bali.

Friday, January 16, 2015

Wah, Piza Berapi seperti Gunung Meletus

Cheesy Cheese Volcano Pizza di Barley

Bistro yang namanya diambil dari salah satu bahan utama bir ini dipimpin oleh Chef Hengky Efendy yang pernah bekerja di bawah Gordon Ramsay, salah satu koki ternama di dunia. Makanan olahannya begitu lezat dan terkesan menyenangkan. Bersiaplah untuk jatuh hati!

Barley yang terletak di daerah Sunter, tepatnya di Ruko Green Lake Sunter, Jalan Danau Sunter Selatan Blok M, Jakarta Utara, ini berkonsepdining, open-bar, dan tempat hang out. Suasana tempat ini berkesan santai. Barley buka pada Minggu hingga Kamis dari pukul 10.00 hingga pukul 23.00, sedangkan untuk hari Jumat dan Sabtu dibuka dari pukul 10.00 hingga pukul 24.00.

Interior di setiap lantai memiliki atmosfer yang berbeda-beda, tetapi tetap membawa suasana nyaman dan santai. Jika Anda merasa bosan maka Anda bisa bermain biliar yang berada di lantai tiga. Sedangkan jika Anda merencanakan sebuah acara, maka Anda bisa memesan venue ini dengan biaya minimal Rp 500.000. Makanan yang disajikan di sini merupakan fusion western dengan Asia.

Lantai 3 Barley

Salah satu makanan yang wajib dicoba adalah menu Volcano Pizza yang unik. Volcano Pizza ini adalah sebuah makanan menarik dan pantas untuk dijadikan hidangan yang disantap beramai-ramai. Piza ini tidak seperti pizatradisional yang bundar dan memiliki topping di atasnya. Isi piza ini berada di dalam sebuah roti tipis dan mengembung.

Sebelum dihidangkan, piza ini akan di-flambé, sebuah teknik memasak dengan api yang dinyalakan menggunakan minuman beralkohol. Hasilnya, piza ini seperti berapi-api. Dengan teknik ini akan menciptakan sebuah rasa manis yang melekat di piza dan membuat piza ini semakin enak. Tentu saja setiap orang boleh memilih opsi flambé atau tidak, terutama untuk pelanggan anak-anak.

Selain makanan-makanan yang lezat, Barley juga memiliki seleksi minuman baik beralkohol maupun non-alkohol yang enak. Minuman yang perlu dicoba misalnya cocktail Barley yang terkenal, yaitu "Lychee Mojito". Sedangkan bagi Anda yang tidak teralu suka dengan minuman alkohol, Anda bisa mencicipi "Barley Lover", sebuah mocktail yang terbuat dari campuran cranberry juice, apel, madu, dan air soda.

Tuesday, January 13, 2015

Jatuh Cinta pada Rasa Pertama Sushi Matsu

Salmon Sashimi

RESTORAN Jepang banyak jumlahnya di Jakarta dan sekitar. Mau cari yang bintang lima sampai kaki lima, ada. Menunya pun juga tak akan jauh berbeda. Namun inilah yang disebut, “Beda tangan beda rasa”. Biarpun bumbu Jepang umumnya sudah paten memiliki rasa yang kurang lebih sama, tetap saja sedikit sentuhan akan memberikan perbedaan besar dalam rasa. Dan, inilah pengalaman rasa saya di Sushi Matsu Restaurant yang berlokasi di BSD City Tangerang.

Nigiri Sushi Nami, merupakan pesanan pertama yang hadir di meja kami. Set menu sushi ini berisi meat fish, salmon, crab meat (kepiting), cooked prawn (udang), tuna, octopus (gurita), dan telur omelette.Tampilan set sushi yang sangat menggairahkan, saya menyebutnya.

Irisan daging yang tebal bertemu dengan pulungan nasi yang imut. Sehingga dapat ditempuh dengan sekali suap. Sensasinya? Hmm… rasa gurih dari kesegaran ikan akan langsung menguasai indera pengecap. Selain itu nasinya jika diperhatikan juga bertipikal gendut-gendut. Rasanya? Sudah pasti lezat.

Ukuran nasi memiliki pengaruh besar terhadap keseluruhan rasa sushi. Paling tidak ini pengalaman saya pribadi. Senikmat-nikmatnya sushi, paling nikmat ketika ia bisa dimakan dalam sekali lahap. Di Sushi Matsu kudapatkan ukuran tersebut.

Dan, yang paling "ngeri-ngeri sedap" adalah shoyu. Sebelum kemari, saya selalu berpikiran bahwa cocolan untuk sushi bernama shoyu ini pasti akan sama pada semua restoran Jepang. Karena dari puluhan restoran Jepang, bahkan di Jepang sendiri, saya tak merasakan perbedaan rasa yang signifikan pada shoyu. Namun di sini, ternyata sedikit cocolan akan memberikan perbedaan rasa yang sangat besar. Susah menjelaskannya, silahkan dirasakan sensasinya dengan mencoba sendiri.

Usai makan, saya sempat bertegur sapa dengan pemilik, Irene, dan mengutarakan pendapat saya mengenai nasi dan shoyu yang menggetarkan ini. Ternyata sushi di sini dibuat dengan menggunakan beras asli Jepang. Selain itu shoyu juga home made, alias mengalami proses pengolahan kembali dengan bumbu-bumbu lainnya. Pantas saja lezat.

Unagi Sushi merupakan menu kedua yang datang. Menurut saya pribadi, makannya tidak usah pakai shoyu dan wasabi apalagi tambah jahe merah muda. Dimakan begitu saja dan lidah pun akan langsung keriting keenakan. Teskturnya padat namun lembut, lunak namun tidak hancur. Jika Anda belum pernah coba Unagi Sushi, Sushi Matsu adalah tempat yang tepat untuk mencoba. Sushi Matsu Restaurant beralamat di Ruko Golden Madrid 2 Blok G Nomor 6, BSD City Tangerang. Buka pada pukul 11.00 hingga 21.00.

Sunday, January 11, 2015

Dua Makanan Wajib Coba Saat Berada di Cirebon

Warga menikmati menu di warung makan Nasi Jamblang Mas Toto di Jalan Gunung Sari, Kota Cirebon, Jawa Barat, Selasa (5/7/2011). Makanan khas Cirebon ini berupa nasi yang disajikan menggunakan alas daun jati dan dimakan dengan pilihan aneka lauk.

Salah satu hal yang wajib dilakukan saat berwisata ke suatu wilayah di Indonesia ialah mencicipi kuliner tradisionalnya. Ya, mencicipi kuliner tradisi di tempatnya langsung akan menjadi pengalaman bersantap yang menyenangkan. Begitu juga saat Anda datang ke Cirebon, kota yang berada di pesisir Jawa Barat ini memang tak memiliki wilayah yang besar. Karena itu lah, mudah bagi Anda untuk menyusuri dan berwisata kuliner. Beberapa di antaranya mungkin sudah tersedia di Jakarta, tapi tak ada salahnya bila Anda mencicipi dua makanan yang paling banyak dijajakan di Kota Udang ini.

Nasi Jamblang

Nai Jamblang merupakan sajian nasi lengkap khas Cirebon. Dahulu, Nasi Jamblang merupakan nasi putih yang dibungkus dengan daun jati dan boleh ditambahkan dengan berbagai macam pilihan lauk. Saat ini, daun jati sudah tidak digunakan sebagai pembungkus nasi, melainkan digunakan sebagai alas piring.

Nasi Jamblang Ibu Nur menjadi salah satu warung makan nasi tradisional Cirebon yang sudah dikenal. Warung makan ini selalu ramai setiap hari.

Sedangkan aneka lauk yang dapat dipilih, di antaranya tempe goreng, ikan asin, aneka pepes, ayam goreng, tumis cumi hitam, tumis udang, aneka sate, semur telur, gulai lidah, limpa sapi, paru paru goreng dan banyak lagi. Pengunjung datang, bebas memilih lauknya sebagai pelengkap nasi dengan harga bervariasi mulai dari Rp 3.000 hingga Rp 17.500. Semakin banyak lauk yang dipilih akan semakin mahal harganya.

Nasi Jamblang Khas Cirebon

Di Cirebon, sudah banyak sekali warung-warung makan sederhana yang menjajakan sajian ini. Tapi walaupun banyak, ternyata keseluruhannya selalu ramai dikunjungi. Kalau menyempatkan diri saat makan siang tiba, jangan harap warung-warung makan ini lengang. Pengunjung datang harus rela antre sebelum menyantapnya. Apalagi bila datang kemalaman, di atas pukul 7 malam dijamin tak akan kebagian kuliner tradisi yang satu ini. Beberapa warung makan yang namanya mulai dikenal, di antaranya Nasi Jamblang Ibu Nur yang berlokasi di Jalan Cangkring II No. 34, Nasi Jamblang Mang Dul di depan Grage Mall, dan Nasi Jamblang Pelabuhan yang berada dekat pintu masuk pelabuhan Cirebon.

Empal Gentong

Buang jauh-jauh pikiran bahwa Empal Gentong mirip dengan gepuk. Empal Gentong Cirebon nyatanya lebih mirip dengan gulai yang dimasak dengan cara tradisional menggunakan kayu bakar di dalam gentong atau periuk tanah liat. Namanya diambil dari cara memasak yang khas menggunakan gentong. Isinya sendiri merupakan empal yang terdiri dari potongan-potongan daging dan jeroan sapi. Isian yang umum digunakan ialah usus, babat, paru, limpa dan daging sapi.

Hidangan empal gentong di sebuah warung makan milik di Jalan Raya Indramayu - Cirebon, Eretan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Empal gentong adalah kuliner berupa daging sapi dengan kuah yang merupakan makanan khas setempat yang bisa didapat di sepanjang jalur pantai utara dari Indramayu menuju Cirebon.

Awalnya, Empal Gentong berasal dari desa Battembat, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon. Makanan yang berkuah kental ini disajikan panas-panas dengan pilihan nasi atau lontong. Di atas kuahnya juga ditaburi banyak sekali irisan daun kucai. Bila kurang rasa, pemesan dapat menambahkan jeruk nipis dan cabai merah kering bubuk. Harganya juga bervariasi mulai dari Rp 18.000 hingga Rp 20.000. di sepanjang Desa Battembat, ada banyak sekali warung makan Empal Gentong, di antaranya Empal Gentong Apud dan Empal Gentong Amarta. Tapi yang tidak kalah terkenal namanya berada di Jalan Kerucuk, yaitu Empal Gentong Mang Darma.

Di warung-warung makan tersebut, Anda tak hanya dapat memesan Empal Gentong saja. Tersedia juga Empal Asem yang mirip dengan Empal Gentong hanya saja tidak berkuah santan. Empal Asem berkuah bening dengan rasa asam dari belimbing wuluh dan asam jawa. Selain itu juga tersedia menu sate kambing. Pilih saja sesuai selera.






Thursday, January 8, 2015

Sekali "Nyedot" Mi Janda Bakal Ketagihan


BICARA janda memang tak ada habisnya. Apalagi yang satu ini, Mie Janda Margonda. Tak akan habis ceritanya, karena semakin "disedot" mi-nya semakin banyak ceritanya. Tak percaya? Coba saja.

Mi Janda yang terletak di Jalan Raya Margonda, Pondok Cina, Depok atau di seberang kampus Gunadarma itu memiliki resep khusus. Baik itu dalam pembuatan kuahnya dan mi-nya. Kuah dengan rasa hangat dan gurih serta wangi karena dicampur jahe, pala dan kaldu membuat santap mi pun menjadi bergairah.

Belum lagi campuran tahu, dua telur puyuh rebus, dan baso daging sapi menjadikan kuah yang terpisah dengan mi itu mengandung protein dan lemak yang membuat tubuh pun semakin bertenaga. Seperti terlihat pada menu Mi Janda Super yang menjadi favorit para pembeli.

Mi yang terbuat dari tepung terigu yang dicampur telur terasa lembut di lidah sehingga mulut pun tak hentinya menyedot mi tersebut. Rasa daging ayam di mi tersebut pun terasa begitu gurih. Unsur vitamin dan serat pun diperoleh dari sayuran caisim.

"Berani memang rasanya. Enak, makan satu mangkok saja sudah kenyang, tapi pengen lagi," kata Yanti (27) warga Pancoran Mas, Depok, beberapa waktu yang lalu.

Asisten Supervisor Mie Janda Margonda. Dwi Yudianto menjelaskan, perbedaan mi janda dari mi ayam lainnya adalah bumbu dan pelayanannya. Bumbu mi ayam merupakan resep tersendiri yang dipasok dari Ciriung, Cibinong, Kabupaten Bogor.

"Kuncinya di bawang putih dan tidak pakai MSG. Kami lebih banyak gunakan bawang putih biar lebih wangi dan gurih. Untuk menghilangkan bau daging ayam maka kuah pun dicampur dengan pala," katanya.

Dwi menjelaskan, merek jualan mi janda bukan diperuntukan bagi janda atau menyatakan mi ayam tersebut dibuat oleh janda melainkan janda itu singkatan. Kepanjangan "janda" adalah Jawa-Sunda. Para pemilik merk mi janda ini merupakan orang Jawa dan Sunda. Keempat pemiliknya yaitu Acoy El Haris (38) dari Sunda dan Suwito (39), Saiful Ahmad (40), dan Ahmadun (37) dari Jawa.

"Mereka ini temanan saat kerja di Astra. Mereka pun keluar dan mendirikan usaha kuliner. Karena mereka dari Jawa dan Sunda makanya dikasih nama Janda. Selain itu juga untuk menarik konsumen. Bumbunya pun perpaduan bumbu Jawa dan Sunda. Pertama kali berdiri di Bogor tahun 2008," paparnya.

Dwi menambahkan bahwa untuk mengentalkan nama Janda maka dinding kios pun didominasi warna ungu. Kemudian untuk menimbulkan kesan ceria warna ungu pun dipadu dengan warna kuning. Selain mi janda tersedia juga kwetiau dan bihun mi janda.

Monday, January 5, 2015

Sengatan Pedas Ceker Setan



KALAU jalan-jalan ke Malang, jangan lupa menjelajah kuliner khas kota berhawa sejuk ini. Salah satu makanan paling populer di Kota Apel adalah ceker pedas. Di Malang banyak kedai yang menjajakan masakan berbahan baku utama ceker alias cakar ayam dengan kuah berasa pedas ini.

Kedai ceker pedas yang terkenal di kota yang terletak di Provinsi Jawa Timur tersebut adalah Ceker Setan Pak Sugeng. Posisi warung makan yang berdiri tahun 2008 tersebut ada di Jalan Jakarta, persis di seberang gedung School of  Business (SOB) Malang.

Apakah makanan ini terbuat dari cakarnya setan? Namanya terdengar gahar lagi seram. Menurut Martini, pemilik kedai tersebut, nama ceker setan merupakan pemberian mahasiswa yang jadi pelanggan setianya. “Itu karena saking pedasnya rasa masakan saya,” jelas perempuan berusia 43 tahun ini.

Anda penasaran dengan rasa pedas ceker racikan Martini? Kedai ini buka sekitar jam sembilan malam. Tapi, Anda mesti datang lebih awal. Soalnya, antrean pembeli sudah mengular satu jam sebelum Ceker Setan Pak Sugeng buka.

Uniknya, agar tidak saling berebut, Martini memberlakukan nomor antrean. Pengunjung bisa mengambil nomor antrean yang ada di atas gerobak dagangan milik Martini.

Dulu, Martini bilang, nomor antrean bisa sampai 50. Tapi, karena merepotkan, ia akhirnya membatasi hingga nomor 25 saja. “Sisanya silakan antre baris saja,” imbuh dia.

Cakar sangat empuk

Nah, begitu selesai menata dagangannya, Martini pun memanggil satu per satu nomor antrean secara berurutan. Yang dipanggil kemudian menyebutkan pesanannya. Dengan cekatan, pelayan mengambil pesanan pembeli, cakar, kepala, atau sayap ayam, tak lupa ia membubuhkan kuah. Tak sampai satu menit, piring dari anyaman lidi beralas kertas cokelat lengkap dengan isinya sudah sampai ke tangan pelanggan.

Untuk menikmati makanan ini, bisa dengan nasi atau tanpa nasi. Singkirkan sendok dan garpu. Maklum, struktur cakar, kepala, dan sayap ayam banyak tulangnya. Sendok garpu bakal menyulitkan Anda menyesap nikmatnya bumbu yang meresap ke dalam cakar, kepala, dan sayap ayam.

Cakar, kepala, dan sayap ayam yang berlumur bumbu pedas  berwarna kuning keemasan tampak menggoda. Bau tajam dari cabai cokro, bumbu utama makanan ini, menusuk hidung. Inilah yang memacu adrenalin Anda untuk segera melahapnya.

Saat menggigit, ternyata cakarnya sangat empuk, tidak liat maupun alot. Anda bisa merasakan ruas tulang cakar berguguran di mulut, tanpa perlu bekerja keras mengunyah atau memisahkan otot yang ada di cakar dengan tulangnya. Bumbu pedasnya langsung membakar mulut seketika, tapi tidak bisa dielakkan, lidah menginginkannya lagi dan lagi, alias kapok lombok.

Untunglah rasa pedas cakar ini tidak sampai membuat masakannya menjadi pahit dan kehilangan rasa gurih dari daging, kulit, dan tulang cakar ayamnya. Minyak kaldu dari rebusan ayam sedikit menyeimbangkan rasa pedas.

Sensasi pedas yang menyengat rongga mulut memaksa tangan untuk meraih kepala serta sayap ayam. Semuanya terasa empuk, daging dan kulitnya pun mudah terlepas dari tulang, membuat gigi gampang mengurai dagingnya di mulut tanpa bantuan tangan.

Tak terasa, satu porsi ceker setan ludes tak bersisa. Peluh pun mengucur deras dari dahi, rongga mulut mulai kebanjiran air liur yang berusaha mengeluarkan sisa rasa pedas yang luar biasa keterlaluan dari mulut.

Dalam sehari, paling sedikit Martini mengolah 50 kilogram cakar, kepala, dan sayap ayam. “Kalau kurang dari itu, saya tidak berani berjualan,” ujarnya. Toh, dagangannya selalu habis tak bersisa.

Di kedai ini tidak ada bangku dan meja, lo. Alhasil, para pengunjung biasa memanfaatkan lahan taman di seberang kedai atau bergumul dengan ceker, sambil berdiri.

Thursday, January 1, 2015

Sate Kambing nan Sedap Perpaduan Betawi dan Arab


KUBURAN biasanya sepi terutama di malam hari, tapi tidak di Taman Pemakaman Umum (TPU) Petamburan, Jakarta Pusat. Tiap malam, parkiran Kober, begitu warga sekitar menyebut TPU Petamburan, ramai orang. Suasana di akhir pekan lebih semarak lagi.

Bukan ramai oleh ziarah kubur, lo. Kehadiran orang-orang itu malam-malam di kuburan untuk makan sate, sop, dan gulai kambing. Ya, di parkiran TPU Petamburan yang terletak di Jalan Aipda K.S. Tubun, persis seberang pom bensin, ada kedai tenda yang menawarkan sate, sop, dan gulai kambing yang oke punya rasanya.

Nama kedainya: Warung Pak Maman. Warung tenda milik Maman ini buka setiap hari dari jam 5 sore sampai 12 malam. Cuma saran saja, jangan datang pas jam makan malam, antara pukul 7 sampai 9 malam, ya. Pengunjungnya membeludak, sampai antre.

“Saya sering pinjam tempat ke warung sebelah tapi masih ada yang tidak kebagian tempat juga,” kata Hendra, anak Maman, yang kini mengelola kedai. Maklum, daya tampung Warung Pak Maman hanya 30 orang.

Oh, iya, selain sate, sop, dan gulai kambing, kedai ini juga menyajikan nasi goreng kambing dengan bumbu kebuli yang merupakan menu baru. Selain sate daging, Warung Pak Maman juga menawarkan sate hati, ginjal, dan jantung kambing. Warung ini menyajikan pula sop daging, sumsum, buntut, serta dengkul kambing.

Karena melewati proses pembakaran, butuh waktu sekitar 15 menit bagi seporsi sate kambing untuk mendarat di atas meja. Satu porsi berisi 10 tusuk, masing-masing tusuk berisi tiga potong dadu daging kambing. Semuanya daging, tak ada gajih atau lemak kambing.

Sate kambing racikan Maman tersaji dalam baluran kecap manis, tapi ada bumbu kacang yang halus di sisi lain piring. Masih di atas piring itu, terdapat potongan tomat, bawang merah, serta cabai rawit.

Toh, tetap ada acar untuk menemani makan yang terhidang di sebuah piring. Isinya, irisan wortel, ketimun, kol, dan bawang merah, dengan bumbu cuka bercabai yang terasa segar.

Tampilannya saja sudah menggugah, bagaimana dengan rasanya? Tunggu dulu, jangan buru-buru mencicipinya. Campurkan dulu semua bumbu dan aduk rata bersama sate, baru makan.

Begitu digigit, daging si sate empuk banget. Proses pembakarannya pas, semua daging sama matangnya. Dan, nyaris tidak ada jejak gosong hasil pembakaran sehingga dagingnya masih tampak cokelat. Cocok disantap bersama nasi putih yang masih hangat.

Kenapa daging kambing bisa empuk dan tidak bau perengus? Ini rahasianya. Maman hanya menggunakan daging yang berasal dari paha kambing bagian belakang. Lalu, daging dikeringkan selama tiga jam sampai empat jam sehingga darahnya hilang. “Setelah itu, daging dimasukkan ke dalam parutan air nanas selama 5 menit hingga 10 menit,” ujar Hendra.

Bebas vetsin

Ronde berikutnya, menyantap sop daging kambing yang bertabur irisan seledri, tomat, dan daun bawang, serta pecahan emping yang mempercantik tampilan. Wujud kuahnya tak terlalu berminyak, jadi tampak segar.

Yuk, icip-icip dulu kuahnya. Hasilnya: tak perlu tambah bumbu apa pun lagi, rasa gurihnya sudah pas di lidah. Kalau Anda ingin lebih pedas, segera tambahkan sambal. Sesendok kuah saja sudah menggambarkan kesedapan sop kambing buatan Maman.

Di dalam kuah sop, terendam potongan daging tanpa lemak. Pas digigit, dagingnya terasa sangat lembut dan lunak, tanpa bau perengus, juga berasa bumbu yang pas. Daging yang masih menempel di tulang pun begitu mudah dipisahkan dari tulang tempatnya menempel. Anda tak butuh usaha ekstra.

Resep kelezatan sop kambing besutan Maman tak lepas dari proses pemasakan yang hingga lima jam. Maman hanya menggunakan daging yang berasal dari paha depan kambing untuk sop.

Mula-mula, daging direbus setengah matang untuk menghilangkan busa dan lemak dari daging. Kemudian, masuk bumbu gilingan dari bawang merah, jahe, kemiri, biji pala, dan kayu manis. “Kami cuma memakai minyak yang keluar dari daging,” kata Hendra.

Rahasia kenikmatan makanan di kedai ini, Hendra menambahkan, sang ayah menggunakan bumbu khas Betawi dan Arab Saudi. Dia juga menjamin semua masakan beban vetsin. “Kami ganti dengan bumbu alami, yaitu gilingan udang kering panggang,” ujarnya.

Untuk menyegarkan tenggorokan sehabis makan, kedai ini menyediakan aneka minuman, seperti es teh manis, es jeruk, dan minuman bersoda.

Agar bisa merasakan kelezatan sate kambing Maman, Anda harus merogoh kocek cukup dalam untuk ukuran warung tenda: Rp 37.000 seporsi. Tapi, dijamin Anda enggak bakal rugi. Adapun harga satu porsi sop kambing Rp 26.000 dan gulai kambing Rp 27.000.

Wednesday, December 31, 2014

Makan Dimsum di Tempat Ini Bisa Kapan Saja...

Aneka hidangan di 48 Dimsum Place, Menteng, Jakarta Pusat

Pecinta kuliner khas Tiongkok wajib datang ke restoran yang satu ini. Terletak di kawasan Menteng, 48 Dimsum Palace tak hanya menyediakan dimsum sebagai signature dish-nya tapi juga beraneka kuliner khas Tiongkok lainnya. Sebagai sebuah restoran, 48 Dimsum Place cukup besar, warna yang didominasi merah dan ornamen kayu mencirikan sebagai restoran khas Tiongkok. Ditambah lagi dengan langit-langit tinggi yang diisi dengan ornamen berbentuk keranjang dimsum yang besar-besar.

“Kapasitasnya 150, kami juga menyediakan 3 ruang VIP,” ungkap Direktur Utama 48 Dim Sum Place, Daniel Marathon.

48 Dimsum Place mungkin bukan satu-satunya restoran yang menyajikan menu-menu Tiongkok tapi menurut Daniel, siapa pun yang mengaku sebagai pecinta menu Tiongkok terutama dimsum, harus mampir ke sini.

“Saat ini restoran yang menyajikan menu-menu Tiongkok memang sedang menjamur tapi harus mencoba yang kami sajikan,” ungkap Direktur Utama 48 Dim Sum Place, Daniel Marathon.

Tak dapat dipungkiri, kuliner khas Tiongkok memang ramah di lidah orang Indonesia. Sayangnya, karena terlalu banyak restoran hingga kaki lima penjaja dimsum, camilan yang satu ini sering kali disajikan seadanya. Cita rasanya pun sudah jauh dari standar. Dimsum yang harusnya disajikan dengan kulit tipis, dengan isian berupa seafood atau ayam yang segar sudah sulit ditemui.

“Belakangan, hanya sedikit restoran yang dapat menyajikan dimsum dengan rasa yang enak. Kebanyakan kulitnya dibuat tebal, isinya hanya sedikit dan kurang segar,” tambah Daniel.

Mengingat hal tersebut, Daniel menantang para pecinta Dimsum untuk datang ke 48 Dimsum Place. “Di sini ada banyak jenis dimsum, bahkan mungkin banyak yang tak bisa ditemui di tempat lain,” tuturnya.

Bak Pao Char Siew, bakpao dengan kulit kering dan sedikit garing berisi ayam Char Siew di 48 Dimsum Place

Sambil bertutur, Daniel mengajak saya untuk mencoba menu pembuka yaitu Bakpao Char Siew. Tak seperti bakpao pada umumnya, kulit bakpao yang tebal sedikit garing dibagian luar. Panggangan kulitnya memang sengaja dibiarkan hingga sedikit kering. Rasanya sedikit renyah tetapi tetap lembut cocok berpadu ayam char siu sebagai isinya. “Bakpao ini enak dinikmati panas-panas. Ya sebenarnya segala macam dimsum juga harus dinikmati panas-panas,” imbuhnya.

Di 48 Dimsum Place, beragam menu dimsum diklasifikasikan menjadi tiga yaitu, Steamed Dim Sum, Deep Fried Dimsum, dan Steamed Rice Roll. Sebelum mausk ke menu berikutnya, Daniel mencoba menerangkan sejarah Dimsum.

“Dimsum memang berasal dari Tiongkok, tapi memang dikenalkan oleh orang Hongkong yang didominasi oleh orang-orang Kantonis. Dahulu, dimsum adalah menu wajib untuk sarapan dan identik dengan pork. Hanya saja seiring berkembangnya zaman, dan mulai banyak yang menyukai dimsum maka penyajiannya pun berubah. Di sini dimsum dapat dinikmati kapan pun, tak hanya untuk sarapan. Kami juga tidak menggunakan pork agar siapa pun dapat menikmatinya. Kalau diibaratkan, kami menyajikan dimsum otentik 90 persen dengan kualitas yang baik. Kenapa 90 persen? Karena 10 persennya itu untuk dimsum non halal,” tambah Daniel lagi sambil tertawa.

Menu selanjutnya diperkenalkan oleh Daniel. Cakwe Seafood, Lumpia Udang Kulit Thau, Lumpia Isi, dan Tim Kaki Ayam. “Menu-menu ini yang menjadi favorit pengunjung. Lumpia isi ini unik, kami isi dengan salad buah. Rasanya manis dan segar, sedikit asam dari mayonnaise. Kalau tim kaki ayam ini yang biasa kita sebut dengan Dimsum Ceker,” ungkapnya.

Saat mencicipi, saya dapat mengerti maksud Daniel tentang dimsum yang harus disajikan dengan isi yang segar. Beberapa dimsum yang disajikan tadi berisi seafood, saat mencicipi saya bisa merasakan udang-udang segar dan besar memenuhi isinya. Manis udang segar dan lembutnya membuat mulut tak ingin berhenti mengunyah. Harga yang ditawarkan pun relatif standar, aneka dimsum dihargai mulai dari Rp 20.000.

Baby Duck, salah satu menu di 48 Dimsum Place. Disajikan dengan saus plum

Rupanya, perjalanan memanjakan perut belum selesai, Daniel mengajak saya mencoba menu yang lebih berat lagi. “Silahkan dicoba Baby Duck dengan saus plum, Angsio Tahu Jamur Saus Tiram, Kerapu Tim Saus Hongkong, dan Nasi Goreng Yin dan Yang,” ujarnya menawarkan menu berikutnya.

Menu Baby Duck mungkin juga menjadi slaah satu menu unik di sini, daging bebek mudanya lembut serasi dengan saus plum. Sedangkan Nasi Goreng Yin dan Yang tidak kalah unik. Nasi goreng kering disajikan dalam hot pot, dalam nasi gorengnya berisi jagung, jamur, wortel dan bawang. Sebagai simbol keseimbangan, nasi yang dipakai pun terdiri dari dua macam beras merah dan putih. Karena digoreng terlalu kering, rasanya sedikit keras dan agak garing. Bagi pecinta mi, di sini juga tersedia beraneka menu mi. Untuk beragam menu utama ini dihargai mulai dari Rp 38.000 hingga Rp 288.000.

Midnight Ice Dessert menjadi hidangan penutup favorit di 48 Dimsum Place

Untuk minumannya, Anda boleh mencicipi chinese tea yang disajikan hangat. Terakhir untuk menu penutup, Daniel merekomendasikan Midnight Ice Dessert, yaitu semangkuk besar minuman yang terdiri dari grass jelly, sweet boba, qq ball, green tea ice cream dan sirup aneka rasa. Segar minuman ini dapat dinikmati dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 29.000 hingga Rp 34.000.



Friday, December 26, 2014

Menjajal Mi Tarempa di Tanjungpinang


PERJALANAN saya ke Pulau Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, beberapa waktu lalu mesti melewati Tanjungpinang, karena saya hendak menggunakan kapal Pelni, KM Bukit Raya.

Sebelum berangkat, seperti biasa, saya sudah melakukan "inventarisasi" soal informasi kuliner apa saja yang bisa dinikmati dalam perjalanan. Akhirnya, dari beberapa kawan yang pernah icip-icip, saya mendapatkan kabar soal maknyusnya Mi Tarempa.

Di Tanjungpinang, kelezatan Mi Tarempa—warga lokal menyebutnya Terempak—sudah membayangi benak saya, sampai tiba-tiba, Budianto, warga asli Tanjungpinang yang mengantar saya berkeliling, mengatakan bahwa di Tanjungpinang ada kedai Mi Tarempa. "Ini cabang dari yang paling terkenal di Pulau Batam," katanya meyakinkan.

Terletak di Jalan DI Panjaitan Batu 9 Komplek ruko Villa Pinlang Mas Blok B Nomor 23-24 Tanjungpinang, Kedai Mi Tarempa saat itu mulai dipenuhi pengunjung. Sekelompok anak sekolah terlihat asyik tertawa dan bercanda, menunggu menu pesanan mereka tiba. Dua-tiga keluarga juga terlihat sedang menunggu hidangan sambil menikmati camilan pembuka.

Melihat ekspresi wajah saya yang terlihat kelaparan, seorang pelayan menyodorkan sepiring kue luti gendang, semacam roti dengan isi abon ikan. Nikmat sekali. Paduan manis roti dan gurih dari abon ikan tongkol menyatu di mulut. Tak lama kemudian, seorang pelayan kembali menyodorkan sepiring camilan pembuka, kali ini bernama lempa. "Itu lemper asli sini," Budianto menjelaskan. Mungkin karena melihat wajah saya yang keheranan.

Buat saya, lempa, yang saat itu dihidangkan hangat-hangat, lebih mirip otak-otak ketimbang lemper, karena isi yang dibungkus daun pisang tidak sebanyak dan sepenuh lemper seperti yang kita kenal.

Tak lama kemudian, atraksi utama dari akrobat kuliner ini pun tiba, Mi Tarempa. Dari tiga pilihan cara memasak (basah, lembap, dan goreng), saya memilih lembap.

Satu-satunya yang khas di mata saya saat pertama kali melihatnya adalah bentuk mi yang gepeng, mirip kwetiau. "Itu memang ciri khas Mi Tarempa. Mi-nya dibuat sendiri, dengan bahan baku dari Batam," kata Ana, yang saat itu mewakili pemilik kedai.

Hal yang juga terlihat berbeda adalah adalah suwiran ikan tongkol yang ditaburkan ke sekujur hidangan mi. Suwiran tongkol inilah yang memberikan nuansa gurih yang berbeda ketimbang mi-mi lainnya yang kebanyakan menggunakan irisan daging atau udang. Rasa mi-nya sendiri sedikit lebih gurih dan lembut dibandingkan kebanyakan mi yang pernah saya cicipi. Dengan masak lembap, mi terasa seperti ditumis, masih ada nuansa basah namun tidak membanjiri mangkuk. Secara "default", Mi Tarempa disajikan pedas, meski pelanggan bisa saja meminta untuk tidak pedas.

Menurut Ana, setiap harinya kedai Mi Tarempa ini menyajikan 300-500 porsi mi. Dengan pegawai total sebanyak 27 orang, kedai ini buka mulai pukul 8.00 pagi hingga 8.00 malam. Dari tiga pilihan cara memasak, Ana menuturkan, yang menjadi favorit pelanggannya adalah mi yang dimasak lembap. Pilihan saya memang tidak salah.

Monday, December 22, 2014

Cita rasa singapura

Sebuah dunia penuh citarasa

Melalui warisan multikulturalnya yang kaya, kota ini menjadi sebuah tempat perpaduan citarasa dan hidangan yang sesungguhnya. Anda bisa melihat cerminan keragaman budaya Singapura dalam rangkaian hidangan lokal pada menu yang ditawarkan – di antaranya hidangan khas Tionghoa, Melayu, India, dan Peranakan.


Berjalan-jalanlah di kawasan pemukiman yang beragam, dan Anda akan menemukan makanan halal Melayu, thali vegetarian dari India Selatan, naan dan briyani dari India Utara, dim sum Kanton, Hainanese chicken rice, bebek Peking, mi Hokian (mi goreng dari Provinsi Fujian di RRC), dan popiah (lumpia), yang dijajakan di berbagai pusat makanan dan restoran di seluruh Singapura.


Hidangan khas Tionghoa mewakili salah satu pemain utama dalam arena gastronomi di negara ini. Orang Tionghoa percaya dalam menggabungkan bahan-bahan makanan untuk menambah keseimbangan antara sifat-sifat yin dan yang pada makanan. Makanan juga digunakan karena sifat simbolisnya, seperti mi untuk umur panjang, tiram untuk keberuntungan, dan ikan untuk kemakmuran.

Kunjungan Anda ke Singapura akan memberikan sebuah kesempatan untuk mencoba hidangan-hidangan dari berbagai daerah di RRC. Anda dapat menikmati dim sum yang lezat, daging panggang, dan sup dua rebusan yang dibawa oleh para imigran Kanton, hidangan pedas dari Sichuan, dan nasi ayam penuh citarasa berasal dari provinsi Hainan. Yong tau fu, atau tahu isi ikan yang terkenal itu, merupakan sumbangsih dari suku Hakka. Hidangan daging yang lezat dan mi yang gurih adalah bagian dari masakan Hokian sedangkan hidangan Tiociu meliputi hidangan yang lebih ringan, seperti hidangan laut kukus, bubur yang menyenangkan, dan sup berkuah bening. Saat Anda berkunjung ke sini, jangan lupa untuk mencoba juga hidangan khas Tionghoa favorit setempat seperti chilli crab, bak kut teh, kari kepala ikan, atau rujak.


Jika Anda penggemar makanan India, Anda akan dimanjakan dengan pilihan hidangan dari bagian selatan dan utara dari negara tersebut. Hidangan dari bagian selatan India menampilkan thosai vegetarian, masakan laut dan berbagai kari pedas yang ditambahkan dengan santan. Hidangan dari bagian utara India meliputi kari yang tidak terlalu pedas, hidangan berbasis krim yogurt, sajian tandori, dan roti naan yang empuk. Sebagian besar hidangan India bercampur bumbu rempah yang penuh citarasa seperti kapulaga, cengkeh, jintan, ketumbar, dan cabai, dan juga hanya di Singapura Anda dapat memesan kari kepala ikan pedas di berbagai restoran India.

Anda juga bisa mencoba hidangan India-Muslim lokal yang popular, seperti roti prata, martabak, dan nasi briyani, yaitu hidangan nasi safron dengan daging ayam atau kambing yang pedas. Semua hidangan ini sangat cocok ditemani dengan secangkir teh tarik, teh susu berbusa yang lembut menyenangkan.


Hidangan Melayu di Singapura akan memberikan Anda kesempatan untuk menikmati berbagai rempah dan bumbu seperti jahe, kunyit, laos, serai, daun kari, belacan (terasi), dan cabai. Anda akan merasakan hidangan yang pedas tanpa rasa pedas yang berlebihan, berkat penggunaan santan dan bumbu lokal yang banyak. Saus kacang menjadi andalan pada hidangan seperti gado-gado Indonesia yang berisi selada, tauge, dan tahu goreng. Saus kacang ini juga merupakan pendamping utama sate – yang disajikan dengan bawang mentah dan mentimun. Cobalah nasi lemak untuk nasi bercitarasa yang dikukus dengan santan atau nasi padang, di mana Anda bisa memilih berbagai hidangan yang disajikan.


Hidangan Peranakan atau Nonya yang unik menawarkan perpaduan citarasa khas Tionghoa, Melayu, dan Indonesia, dengan menggabungkan bumbu dan rempah aromatik seperti serai, cabai, asam, terasi, dan santan untuk menciptakan hidangan kaya rasa dari masakan-masakan yang direbus pelan-pelan, dikukus, dan di masak kari. Anda harus mencoba ayam buah keluak, yaitu hidangan ayam yang dicampur dengan buah keluak, dan laksa, yaitu hidangan Nonya yang terkenal dibuat dari bihun dan santan dan dilengkapi dengan sari laut atau ayam.
Dan ini masih belum semua. Singapura juga menawarkan berbagai hidangan internasional bagi Anda – mulai dari masakan Thai, Korea, Vietnam sampai Mongolia. Apakah Anda sedang ingin makanan Jepang, makanan Italia yang lezat, atau pengalaman bistro ala Perancis yang santai, Anda akan menemukan semuanya di sini.




Friday, December 19, 2014

Lombok Lekat dengan Rasa Pedas

Menu andalan di Rumah Makan Dua EM Bersaudara Mataram, Nusa Tenggara Barat.

LOMBOK lekat dengan rasa pedas. Tak jarang kepedasan itu malah kelewatan. Namun, mengapa menu seperti ayam julat, yang pedasnya minta ampun, itu tetap dikejar konsumen?

Ayam julat adalah salah satu turunan ayam taliwang yang diracik dengan sangat pedas. Menu itu bisa ditemukan di Rumah Makan Dua EM Bersaudara di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Julat dalam bahasa Sasak berarti terbakar. Sensasi bumbu yang membaluri ayam memang membuat lidah seperti terbakar. Lalu, Anda akan berucap, huh-hah pedes. Namun, ritual makan bukan berarti berhenti sampai di sini.

Ayam julat malahan menjadi salah satu makanan favorit pengunjung RM Dua Em Bersaudara yang berlokasi di Jalan Transmigrasi, Kota Mataram. Ayam ini sejatinya adalah ayam taliwang yang dibakar. Taliwang merujuk pada bumbu khas yang berasal dari Kampung Karang Taliwang, yakni bumbu pelalah. Bumbu ini terbuat dari ulekan bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai kecil, dan garam yang dimasak lantas ditambahkan santan. Ayamnya sendiri bisa diolah dengan cara dibakar ataupun digoreng.

Jika dirasa masih kurang pedas, pengunjung dapat meminta agar bumbu ditambah tingkat kepedasannya. Proses memasak menu ini: ayam dibakar terlebih dahulu hingga 80 persen matang, lantas disiram bumbu plecingan. Bumbu ini terbuat dari ulekan bawang merah, bawang putih, cabai, dan garam. Ayam yang telah diberi bumbu dibakar kembali sehingga bumbu terasa benar-benar meresap. Ayamnya diambilkan dari jenis ayam kampung berusia 6-7 bulan. Tidak heran jika dagingnya terasa empuk.

Plecing dan tahu

Ayam julat biasanya disantap bersama plecing kangkung, sambal beberok, dan sayur lebui. Plecing kangkung terdiri dari potongan kangkung, kacang panjang, dan taoge dengan sambal tomat yang diberi terasi dan taburan parutan kelapa atau urap serta kacang tanah goreng. Sambal urapnya dibuat dari kelapa yang dibakar lantas diparut.

Ayam bakar taliwang irama di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Teman makan lainnya tahu goreng sambal kecap yang juga sungguh nikmat. Tahunya gurih dan lembut dengan tingkat kepadatan yang pas, tidak mudah hancur, tetapi juga tidak terlalu keras. Menurut salah satu pemilik rumah makan ini, Ahmad Fahmi (40), kualitas kacang kedelai dan air-lah yang membuat perbedaan tahu Lombok dengan tahu-tahu dari daerah lain. Tidak jarang tahu dari Pulau Lombok juga dibawa sebagai oleh-oleh ke luar pulau.

Agar acara makan bertambah segar, jangan lupa cicipi sayur lebui, semacam sayur asam berisi kacang hitam dengan bumbu bawang merah, kemangi, tomat, dan irisan cabai. Adapun beberok adalah sambal tomat dengan terasi lantas dicampur potongan terong bulat segar dan kucuran jeruk limau. ”Sayur-sayuran di Lombok ini terasa segar. Mungkin karena kondisi tanah dan airnya. Banyak yang minta dikirimi sayuran segar dari pulau ini,” kata Fahmi.

Selain ayam julat, juga tersedia ayam goreng, ayam bakar madu, dan ayam bakar kecap. Menu lain yang jadi ciri khas rumah makan ini adalah sate sumsum yang terbuat dari sumsum sapi. ”Menu ini ide dari ibu saya. Sudah ada sejak pertama kali rumah makan ini berdiri,” kata Fahmi.

Sate sumsum terbuat dari sumsum tulang belakang sapi yang direbus bersama rempah-rempah, seperti jahe, kunyit, dan bumbu dapur lainnya. Cara mengolahnya gampang-gampang susah karena jika terlalu lama akan hancur, tetapi jika belum cukup matang, teksturnya belum cukup padat sehingga sulit dibuat sate. Dalam sehari, bisa terjual 100-150 porsi sate sumsum dengan satu porsi terdiri atas 10 tusuk.

Madu Lombok

Acara makan bisa dipungkasi dengan aneka minuman yang ditawarkan. Salah satunya jus kelapa muda madu. Pulau Lombok cukup dikenal akan produksi madu. Menurut Fahmi, pihaknya menggunakan madu murni kualitas baik. Ia juga membanggakan kangkung Pulau Lombok yang boleh dibandingkan kesegaran rasanya. Meski telah dimasak, penampilan kangkung tetap terlihat hijau segar dengan rasa yang lembut ketika dikunyah. Di pulau ini, kangkung yang biasa dikonsumsi adalah kangkung air yang tumbuh di sungai, rawa-rawa, atau parit. ”Ciri khas kangkung Lombok, batang dan daunnya lebar-lebar,” ujar Fahmi.

Suasana RM Dua EM Bersaudara di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

RM Dua EM Bersaudara didirikan pasangan suami istri H Muhibbin Murad (almarhum) dan Hj Sri Hartati (65) pada tahun 1993. Muhibbin meneruskan jejak orangtuanya yang mendirikan RM Taliwang pada tahun 1967 yang kini dikelola paman dan bibi Fahmi. Selain membantu orangtua mengelola RM Taliwang, Muhibbin juga berbisnis pengiriman sapi potong ke Jakarta, bahkan sebelumnya mengirim ke Hongkong. Usaha pengiriman sapi kini diteruskan Fahmi. Fahmi bersama ketiga adiknya kini juga membantu ibu mereka mengelola RM Dua EM Bersaudara sepeninggal ayah mereka tahun 2007.

Banyak artis dan tokoh nasional singgah di rumah makan ini dan mencicipi menu andalan itu. Sedikitnya dalam sehari rumah makannya bisa menjual 100 porsi ayam taliwang. Kini ada 10 rumah makan yang dikelola keluarga besar Murad yang tersebar di Kota Mataram dan sekitarnya dengan menu ayam taliwang dan variannya. Dua rumah makan, yakni Dua EM Bersaudara dan Inaq Kake dimiliki Fahmi bersaudara.

Wednesday, December 17, 2014

Ada Pizza Terpanjang Aneka Rasa di Kuta Bali

Pizza aneka rasa sepanjang satu meter di Pantai Kuta, Bali.

KUTA - Wisatawan yang berkunjung ke Pantai Kuta, Bali, kini bisa menikmati pizza terpanjang dengan aneka macam rasa yang bisa ditemukan di Pol Bar Grand Istana Rama, Jalan Pantai Kuta. Tempat pizzanya saja berukuran satu meter dengan lebar 25 centimeter.

“Ini sudah kategori panjang dibanding pizza yang lainnya di kawasan Kuta, bahkan saya belum menemukan yang paling panjang selain di sini, bahkan di Bali,” kata I Ketut Darmayasa selaku Food & Beverage Director Grand Istana Rama, di Kuta, Senin (15/12/2014).

Darmayasa mengakui bahwa rasa pizza di mana-mana hampir sama. Tapi yang menarik dan unik pizza di Grand Istana Rama selain ukurannya juga pizza ini memiliki aneka macam rasa karena bahannya terdiri dari daging ayam, daging sapi, seafood, tomat, jamur, rendang daging sapi dan buah serta sayur.


“Yang membedakan dengan pizza yang lainnya adalah bagaimana kita membuat dengan ukuran panjang dan aneka rasa. Panjang yang hampir satu meter ini bisa dinikmati sekitar 10 orang, bahkan lebih,” tambahnya.

Pizza aneka rasa sepanjang satu meter di Pantai Kuta, Bali.

ukiswanti, salah satu pembeli cukup merasa puas bersama teman-temannya menikmati aneka rasa pizza dengan ukuran yang tidak biasanya. “Pizza kan biasanya bundar, ini panjang, sampai satu meter lagi, dan rasanya macam-macam, bisa buat pesta sama teman-teman nih sampil melihat pantai Kuta,” katanya.


Pembuatan satu pizza ini sekitar 30-40 menit dengan harga Rp 350.000 – Rp 400.000 tergantung permintaan rasa. Pizza yang baru dirilis dua bulan lalu ini sudah mulai mendapatkan pelanggan, baik wisatawan asing maupun wisatawan domestik. Dalam sehari bisa terjual 5 hingga 6 pizza.

Tags: judipokeronline , pokerbali